Ini Alasan Dibalik Potong Babi Saat Rayakan Galungan


Agen Poker - Setiap Hari Raya Galungan, umat Hindu melakukan potong babi atau dijuluki istilah penampahan. Apa ya maknanya di balik kegiatan ritual tersebut?

Tradisi Bali selain filosofinya yang kuat, juga material dan adat istiadat dilakukan hingga sekarang. Umat Hindu sangat menghargai ritual keagamaan yang dilakukan sejak zaman nenek moyang.

Dijelaskan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali I Gusti Ngurah Sudiana, penampahan asal katanya dari nampah, yang artinya siap untuk menyangga datangnya Hari Raya Galungan. Biasanya di Bali, penampahan dikaitkan dengan potong ayam, babi dan hewan lain yang khas pada perayaan Galungan.

"Ketika penampahan, semua harus sudah menyiapkan daging untuk perlengkapan upacara Hari Raya Galungan. Sebagian untuk persembahan, sisanya untuk dimakan bersama-sama," ujar Sudiana.

Sudiana menambahkan, di Bali diyakini orang yang memakan persembahan daging tersebut membuat seseorang bakal bebas. Makanya umat Hindu sengaja mempersiapkan daging yang enak.

Selain babi, sebut Sudiana, ada hewan lainnya yang kerap dipotong. Misalnya ayam, babi hutan, kambing, landak bahkan kerbau. Setelah dipotong, dagingnya dimasak ramai-ramai dengan resep khas Bali. Seperti gulai, sate, lawar, ada pepesan, dan lainnya.

Di Bali banyak racikan masakan yang enak dinikmati. Bumbunya juga lengkap sekali, sehingga banyak olahan yang khas dihidangkan selama perayaan Galungan.

Tak hanya daging, umat Hindu juga menyiapkan persembahan berupa buah yang ranum. Buah-buahan yang paling umum jadi persembahan berupa pisang, mangga, salak, anggur, duku, hingga manggis.

"Buah tersebut sudah dipersiapkan pada 21 hari sebelum Galungan. Upacaranya namanya tumpek wariga atau tumpek bubuh yang punya harapan tersendiri," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Sudiana juga membeberkan makna Hari Raya Galungan 2018 yang tengah diperingati umat Hindu sejak pekan lalu. Makna spesial, perayaan Galungan dan Kuningan dirayakan bebarengan dengan pemujaan siwa.

Jika dimaknai secara utuh, ungkap Sudiana, umat Hindu berdoa dan melakukan pengendalian diri. Serta menyatukan pikiran perasaan, jiwa, untuk mendapat pencerahan dari titisan dewa. Dengan demikian, pikiran kotor, susah, jelek, sifat, keji, dendam itu bisa dikendalikan sekecil mungkin.

Dalam sembahyang, umat Hindu juga memohon keselamatan. Selain untuk keluarga, juga alam semesta.

"Apalagi alam ini dalam keadaan pancaroba, kita berdoa mudah-mudahan alam ini tidak marah lagi. Diharapkan alam ini juga membantu kehidupan manusia, demi ketentraman manusia untuk kehidupan yang lebih baik," pungkasnya

Comments

Popular posts from this blog

Sambut Hari Toilet Sedunia, Ini 6 Restoran Yang Bertemakan Toilet Dari Penjuru Dunia

Popcorn Rasa Jeruk Nipis? Intip Yuk Resepnya

Makanan Ini Harus Ada Tersaji Saat Imlek Lho, Yuk Kita Intip